“Analisis Kampanye Pemasaran Wardah ‘Feel The Glow’: Strategi, Efektivitas, dan Rekomendasi Pengembangan”
Oleh: Cut Kinanthi Khanza Ardya Rosi (AE48)
“Analisis
Kampanye Pemasaran Wardah ‘Feel The Glow’: Strategi, Efektivitas, dan
Rekomendasi Pengembangan”
Pendahuluan
Kampanye pemasaran merupakan salah satu pendekatan
krusial dalam komunikasi bisnis untuk membentuk reputasi merek, meluncurkan
produk baru, serta meningkatkan akses ke pelanggan. Di tengah industri
kecantikan Indonesia yang tumbuh dengan cepat, perusahaan-perusahaan diharapkan
tidak hanya menyediakan produk bermutu tinggi, tetapi juga menyampaikan cerita
pemasaran yang sesuai dengan pola hidup konsumen masa kini. Wardah, sebagai
merek kosmetik halal terdepan, terus melakukan pembaruan untuk mempertahankan daya
saingnya di antara persaingan dengan merek global dan lokal lainnya yang
mengusung konsep kecantikan serupa.
Pemilihan kampanye “Wardah Feel The Glow” dalam kajian
ini didasarkan pada signifikansinya sebagai salah satu kampanye utama Wardah
yang menyoroti tema “kulit bersinar”, sebuah tren kecantikan yang sedang
populer di kalangan wanita muda Indonesia. Kampanye ini tidak sekadar
menitikberatkan pada aspek penampilan fisik, melainkan juga mengintegrasikan
inner glow (rasa percaya diri) dengan outer glow (perawatan kulit). Kekhasan
konsep tersebut membuat kampanye ini cocok untuk dikaji dalam kerangka strategi
komunikasi pemasaran kontemporer. Lebih lanjut, kampanye ini berhasil
mengoptimalkan pemasaran digital melalui kolaborasi dengan influencer, platform
media sosial, serta keterpaduan dengan perdagangan elektronik.
Kajian ini memiliki nilai penting karena menggambarkan
cara sebuah merek lokal besar menggabungkan pendekatan emosional, visual, dan
digital untuk meraih sasaran pemasaran melalui kampanye yang dirancang dan
dijalankan secara efektif.
Analisis Kampanye Pemasaran
1. Tujuan Kampanye
Kampanye “Feel The Glow” memiliki beberapa tujuan
pokok sebagai berikut:
- Meluncurkan
produk baru dan terdepan dari Wardah, terutama seri Wardah Crystal Secret
dan Lightening Series, yang dirancang untuk membantu mencapai kulit yang
cerah dan bersinar.
- Meningkatkan
kesadaran merek di antara konsumen wanita muda, khususnya generasi Z dan
milenial awal yang menjadi segmen utama pasar perawatan kulit.
- Memperkokoh
posisi merek Wardah sebagai brand halal kontemporer yang mengadopsi tren
kecantikan internasional sambil mempertahankan akar lokalnya.
- Mendorong
interaksi aktif di platform digital, seperti Instagram dan TikTok, melalui
materi edukasi, panduan praktis, serta konten yang dihasilkan pengguna.
- Mendorong
kenaikan volume penjualan, baik melalui saluran e-commerce seperti Shopee
dan Tokopedia, maupun gerai ritel konvensional.
- Mengembangkan
branding emosional dengan pesan bahwa kecantikan melampaui penampilan
fisik, meliputi rasa percaya diri dan kesejahteraan pribadi.
Melalui tujuan-tujuan tersebut, kampanye “Feel The
Glow” memainkan peran krusial bagi Wardah dalam menjaga daya saingnya di sektor
kecantikan.
1.
Target Pasar
Wardah menyasar segmen konsumen yang sangat spesifik,
yakni:
- Wanita
berusia 17–30 tahun yang sedang aktif mencari produk perawatan kulit.
- Individu
dengan pola hidup digital, yang sering menghabiskan waktu di platform
media sosial dan mencari ulasan produk secara daring.
- Penduduk di
daerah urban dan semi-urban.
- Mereka yang
menginginkan kulit bersinar alami, sejalan dengan tren kecantikan di Asia
Timur.
- Konsumen yang
memprioritaskan produk halal, aman, terjangkau, dan didukung bukti
dermatologis.
Segmen ini memiliki potensi besar karena mereka
merupakan kelompok yang paling responsif terhadap endorser, video TikTok, dan
kampanye visual. Lebih dari itu, wanita muda cenderung lebih setia pada merek
jika kampanye tersebut selaras dengan nilai-nilai pribadi dan cita-cita mereka.
- Pesan Utama
Kampanye
Kampanye “Feel The Glow” menyampaikan pesan utama:
"Glow comes from within and shines through your
skin."
Pesan tersebut menyoroti dua aspek penting:
- Outer glow →
efek dari perawatan kulit dengan produk Wardah yang menghasilkan kulit
cerah, lembap, dan sehat.
- Inner glow →
rasa percaya diri, kegembiraan, dan emosi positif yang bersumber dari
dalam diri.
Melalui narasi ini, Wardah tidak sekadar memasarkan produk perawatan kulit, melainkan juga mengkomunikasikan nilai emosional terkait kepercayaan diri dan cinta diri. Pesan semacam ini sangat sesuai dengan konsumen muda yang peduli terhadap kesehatan mental dan citra pribadi.
- Media dan
Strategi Promosi
Kampanye ini menggunakan berbagai saluran media secara
terpadu.
a. Media Sosial dan Digital
- Instagram:
postingan foto kulit bersinar, panduan perawatan kulit, Reels, serta
materi edukasi tentang bahan aktif.
- TikTok:
tantangan bertemakan glow, ulasan cepat, dan video perubahan kulit.
- YouTube:
iklan daring, review resmi, serta kampanye bercerita.
- Google Ads
dan Facebook Ads: memperluas cakupan kesadaran merek.
b. Pemasaran melalui Influencer
Wardah bekerja sama dengan influencer kecantikan
seperti:
- Tasya Farasya
- Rachel
Goddard
- Selebgram
hijabers muda
Influencer-influencer ini berkontribusi meningkatkan
kepercayaan produk melalui ulasan dan kesaksian.
c. Iklan Televisi (TVC)
Wardah menampilkan gambar wanita muda Indonesia dengan
nuansa putih–perak untuk memberikan kesan bersih dan bersinar, sejalan dengan
identitas merek.
d. Aktivasi E-commerce
- Penjualan
kilat
- Paket “Glow
Kit”
- Kupon diskon
- Kerja sama
pada acara Harbolnas (11.11, 12.12)
e. Acara Offline
- Kelas
kecantikan
- Toko pop-up
- Demonstrasi
produk di pusat perbelanjaan
Pendekatan ini berhasil menarik konsumen yang ingin mencoba produk secara langsung.
- Kreativitas
dan Daya Tarik Kampanye
Kampanye ini menonjolkan beberapa keunggulan kreatif:
·
Keseragaman visual
dengan penggunaan warna putih, perak, dan cahaya lembut yang membentuk
identitas yang kuat.
·
Konsep inner glow
yang membuat kampanye lebih bermuatan emosi dibandingkan sekadar iklan produk.
·
Konten yang
dihasilkan pengguna melalui tantangan TikTok yang meningkatkan interaksi
organik.
·
Influencer yang
cocok dengan target segmen, sehingga konsumen merasa lebih yakin.
·
Narasi yang
relevan, yakni menghubungkan kecantikan dengan rasa percaya diri.
Di tengah persaingan industri perawatan kulit, kemampuan Wardah untuk menghasilkan kampanye dengan nilai emosional menjadi salah satu pembeda utamanya.
Evaluasi Efektivitas Kampanye
- Hasil dan
Dampak Kampanye
Berdasarkan laporan pemasaran daring dan tanggapan
konsumen:
·
Interaksi di
Instagram Wardah naik drastis melalui Reels dan materi kulit bersinar.
·
Konten TikTok
dengan tagar kampanye menghasilkan ribuan video partisipasi.
·
Volume penjualan
seri Crystal Secret dan Lightening Series meningkat di platform e-commerce.
·
Persepsi Wardah
sebagai merek halal kontemporer semakin kokoh di kalangan konsumen muda.
·
Ulasan positif di
media online dan dari influencer kecantikan memperluas jangkauan.
Meskipun data kuantitatif spesifik tidak dirilis,
indikator umum menunjukkan kesuksesan kampanye.
- Analisis
Efektivitas Kampanye
Efektivitas kampanye dapat dinilai dari:
·
Kesesuaian pesan
dengan tren konsumen: kulit bersinar sangat populer saat ini.
·
Pemilihan saluran
yang akurat: penekanan pada Instagram dan TikTok sesuai kebiasaan konsumen.
·
Tingginya
interaksi: banyak partisipasi konten yang dihasilkan pengguna.
·
Peningkatan
kesadaran merek: terbukti dari banyaknya ulasan.
·
Konversi
penjualan: naik terutama melalui kanal online.
Namun, kampanye dihadapkan pada hambatan:
·
Persaingan dengan
merek Korea yang sudah terkenal sebagai pionir kulit bersinar.
·
Kesulitan menjaga
interaksi berkelanjutan setelah euforia awal mereda.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kampanye “Wardah Feel The Glow” terbukti efektif
karena berhasil mengintegrasikan nilai emosional, elemen visual yang memikat,
pendekatan digital yang sesuai, serta kolaborasi dengan influencer untuk
menarik perhatian konsumen muda. Sasaran utama kampanye terwujud melalui
peningkatan kesadaran merek, interaksi di media sosial, serta kenaikan volume
penjualan produk perawatan kulit Wardah.
Untuk meningkatkan keberhasilan kampanye ke depannya,
beberapa saran adalah:
- Memperkuat
diferensiasi lokal, misalnya melalui konsep “Local Natural Glow” untuk
membedakan diri dari merek Korea.
- Bekerja sama
dengan spesialis dermatologi untuk penyampaian edukasi berbasis ilmiah
agar konsumen lebih yakin.
- Menyajikan
seri mini atau cerita pendek untuk memperkuat narasi.
- Melibatkan
pelanggan sejati dalam kesaksian agar hasilnya terasa lebih asli.
- Memperluas
kampanye ke komunitas wanita muda, seperti lingkungan kampus atau kelompok
kreatif.
Dengan menerapkan saran-saran ini, Wardah dapat
menjaga relevansinya dan semakin mengokohkan posisinya sebagai merek halal
kontemporer yang diminati oleh wanita muda Indonesia.
Daftar Pustaka
Wardah Beauty. (2022). Wardah “Feel The
Glow” campaign highlights. https://www.wardahbeauty.com
Hapsari, A. D., & Prameswari, L. (2021).
Influencer marketing strategy in the beauty industry: Consumer engagement and
brand trust. Jurnal Komunikasi Digital, 5(2), 122–135.
Sudarsono, A., & Nugraheni, R. (2020).
Digital marketing trends among Gen Z consumers in Indonesia. Journal of
Marketing Insight, 12(1), 45–58.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing
management (15th ed.). Pearson.
Belch, G. E., & Belch, M. A. (2018). Advertising
and promotion: An integrated marketing communications perspective (11th
ed.). McGraw-Hill.
Rahmawati, S. (2022). Pengaruh konten
kecantikan di media sosial terhadap perilaku membeli produk skincare. Jurnal
Psikologi Konsumen, 9(1), 55–66.
Komentar
Posting Komentar