“Strategi Pemasaran Kopi Kenangan Menggunakan Konsep Marketing Mix 7P pada Segmen Milenial dan Generasi Z”
Oleh: Cut Kinanthi Khanza Ardya Rosi
(AE48)
“Strategi Pemasaran Kopi Kenangan Menggunakan Konsep
Marketing Mix 7P pada Segmen Milenial dan Generasi Z”
Pendahuluan
Kopi telah mengalami pergeseran fungsi dari sekadar
minuman menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Perubahan perilaku
konsumen, khususnya milenial dan Generasi Z, mendorong meningkatnya permintaan
terhadap produk kopi yang praktis, berkualitas, dan memiliki nilai emosional.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi brand kopi lokal untuk berkembang secara
cepat.
Kopi Kenangan dipilih sebagai objek analisis karena
mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui strategi pemasaran yang
terintegrasi, pemanfaatan teknologi digital, serta positioning harga yang
terjangkau. Analisis ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep Marketing
Mix 7P pada Kopi Kenangan dan memberikan rekomendasi strategi pemasaran yang
lebih efektif.
Pasar sasaran Kopi Kenangan dapat digambarkan sebagai
berikut:
- Usia: 18–35 tahun
- Domisili: Perkotaan
- Karakteristik: Digital savvy, menyukai kepraktisan, aktif di
media sosial, dan sensitif terhadap harga
Analisis Strategi Pemasaran 7P
a. Product (Produk)
Kopi Kenangan menawarkan berbagai produk minuman kopi
dan non-kopi yang disesuaikan dengan preferensi konsumen lokal.
Produk-produknya dirancang untuk memberikan cita rasa yang konsisten dengan
harga yang relatif terjangkau, sehingga dapat dikonsumsi secara rutin oleh
target pasar.
Keunggulan dan inovasi produk Kopi Kenangan antara
lain:
- Menggunakan
biji kopi lokal Indonesia sebagai bahan baku utama
- Memiliki
varian menu yang beragam, baik kopi klasik maupun minuman kekinian
- Menggunakan
penamaan produk yang emosional dan mudah diingat
- Menghadirkan
menu musiman dan kolaborasi khusus
b. Price (Harga)
Dalam penetapan harga, Kopi Kenangan menerapkan
strategi competitive pricing. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk
bersaing dengan merek kopi lain tanpa mengorbankan persepsi kualitas.
Kesesuaian strategi harga dengan segmen pasar dapat
dilihat dari:
- Rentang harga
produk berkisar Rp18.000–Rp30.000 per cup
- Harga lebih
rendah dibandingkan coffee shop internasional
- Adanya promo,
diskon, dan cashback melalui aplikasi dan platform online
c. Place (Distribusi)
Distribusi Kopi Kenangan dirancang untuk memudahkan
konsumen dalam mengakses produk. Perusahaan mengombinasikan saluran distribusi
offline dan online agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Bentuk distribusi yang digunakan meliputi:
- Outlet fisik
berkonsep grab-and-go
- Aplikasi
pemesanan Kopi Kenangan
- Platform
pesan antar seperti GoFood dan GrabFood
Outlet ditempatkan di lokasi strategis seperti kawasan
perkantoran, kampus, dan pusat perbelanjaan, sehingga mudah dijangkau oleh
target pasar.
d. Promotion (Promosi)
Strategi promosi Kopi Kenangan berfokus pada pemasaran
digital yang sesuai dengan karakteristik milenial dan Generasi Z. Promosi tidak
hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun hubungan
emosional dengan konsumen.
Bentuk promosi yang dilakukan antara lain:
- Konten
kreatif di media sosial (Instagram dan TikTok)
- Endorsement
influencer dan figur publik
- Program
promo, bundling, dan diskon berkala
- Storytelling
tentang kopi lokal dan gaya hidup
e. People (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia merupakan elemen penting dalam
menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Kopi Kenangan menekankan
pelayanan yang cepat, ramah, dan konsisten di seluruh outlet.
Peran dan pengelolaan SDM meliputi:
- Barista
sebagai garda terdepan pelayanan pelanggan
- Pelatihan
rutin untuk menjaga kualitas produk dan layanan
- Standarisasi
prosedur pelayanan di seluruh outlet
f. Process (Proses Layanan)
Proses layanan Kopi Kenangan dirancang agar sederhana
dan efisien, sesuai dengan kebutuhan konsumen yang mengutamakan kecepatan.
Alur layanan Kopi Kenangan meliputi:
- Pemesanan
melalui kasir atau aplikasi
- Proses
peracikan sesuai standar operasional
- Pengambilan
pesanan secara cepat (pick-up)
Proses ini memungkinkan konsumen memperoleh produk
dengan waktu tunggu yang relatif singkat.
g. Physical Evidence (Bukti Fisik)
Bukti fisik berperan penting dalam membangun citra
merek dan kepercayaan konsumen. Kopi Kenangan menampilkan identitas visual yang
konsisten di seluruh titik kontak dengan pelanggan.
Elemen bukti fisik Kopi Kenangan antara lain:
- Desain
kemasan yang modern dan mudah dikenali
- Tampilan
outlet yang minimalis dan bersih
- Website dan
aplikasi dengan tampilan yang user-friendly
Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan analisis Marketing Mix 7P, Kopi Kenangan
telah menerapkan strategi pemasaran yang terintegrasi dan sesuai dengan
karakteristik pasar sasaran. Kombinasi produk yang relevan, harga kompetitif,
distribusi luas, dan promosi digital yang kuat menjadi faktor utama
keberhasilan Kopi Kenangan.
Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain:
- Mengembangkan
program loyalitas pelanggan berbasis aplikasi
- Menggunakan
kemasan yang lebih ramah lingkungan
- Mengoptimalkan
personalisasi promosi berbasis data pelanggan
5. Daftar Pustaka
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing
management (15th ed.). Pearson Education.
Lupiyoadi, R. (2013). Manajemen pemasaran jasa.
Salemba Empat.
Kopi Kenangan. (2023). Company profile dan strategi
bisnis.
Komentar
Posting Komentar