“Analisis Keberhasilan Scale-Up Kopi Kenangan sebagai Model New Retail di Indonesia”
Oleh: Cut Kinanthi Khanza Ardya Rosi
“Analisis Keberhasilan
Scale-Up Kopi Kenangan sebagai Model New Retail di Indonesia”
Analisis
Scale-Up Kopi Kenangan
A. Fase
Transisi (The Turning Point)
Kopi Kenangan
didirikan pada tahun 2017 sebagai startup F&B berbasis grab-and-go.
Pada fase awal, perusahaan masih berada dalam tahap survival, dengan fokus pada
validasi produk dan pencarian product–market fit di pasar kopi susu
lokal.
Momen
transisi menuju fase scale-up mulai terlihat pada periode 2019–2020, ditandai
oleh beberapa indikator utama:
1. Perolehan
pendanaan Seri B dari investor global seperti Sequoia Capital dan Arrive.
2. Ekspansi
gerai secara agresif, dari puluhan menjadi ratusan outlet dalam waktu singkat.
3. Lonjakan
transaksi digital melalui aplikasi Kopi Kenangan yang meningkatkan kecepatan
layanan dan retensi pelanggan.
Pada fase
ini, Kopi Kenangan tidak lagi hanya bertahan, tetapi mulai membangun sistem
yang memungkinkan pertumbuhan berulang dan terukur.
B. Strategi
Penggerak Skala (The Scale Drivers)
1. Inovasi
Teknologi
Kopi Kenangan
memanfaatkan teknologi aplikasi mobile untuk:
- Pre-order dan pembayaran digital
- Analisis data penjualan setiap gerai
- Optimasi rantai pasok dan pengelolaan stok
Teknologi ini
menurunkan operational friction dan menjaga konsistensi kualitas
meskipun jumlah gerai terus bertambah.
2. Model
Bisnis
Model bisnis New
Retail menjadi kunci scale-up:
- Kombinasi offline store + digital ecosystem
- Fokus pada volume transaksi tinggi dengan margin
terkontrol
- Diversifikasi produk ke FMCG (kopi botolan) untuk
memperluas revenue stream
Pendekatan
ini memungkinkan Kopi Kenangan meningkatkan Customer Lifetime Value (LTV) tanpa
menaikkan biaya operasional secara linear.
3. Manajemen
Sumber Daya Manusia
Dalam fase
scale-up, Kopi Kenangan melakukan:
- Standarisasi SOP operasional gerai
- Pelatihan masif barista dan supervisor
- Restrukturisasi organisasi dari startup kecil
menjadi perusahaan multi-level management
Hal ini
penting untuk menjaga kecepatan ekspansi tanpa mengorbankan kualitas layanan.
C. Analisis
Metrik & Pendanaan
Secara
publik, Kopi Kenangan telah mengumpulkan pendanaan lebih dari USD 240 juta
hingga tahap Seri C dari investor global. Pendanaan ini digunakan untuk:
- Ekspansi gerai domestik dan internasional
(Malaysia & Singapura)
- Investasi teknologi aplikasi
- Penguatan rantai pasok
Dari sisi
unit economics, Kopi Kenangan menjaga keseimbangan antara:
- Customer Acquisition Cost (CAC) yang relatif
rendah karena lokasi strategis dan word-of-mouth
- Margin kontribusi positif per gerai, sehingga
burn rate tetap terkendali
Pendekatan
ini membedakan Kopi Kenangan dari banyak startup F&B yang tumbuh cepat
namun tidak berkelanjutan.
D. Pelajaran
yang Dipetik (Lessons Learned)
Keputusan
Berisiko yang Berhasil
Keputusan
paling berisiko adalah ekspansi gerai besar-besaran dalam waktu singkat, yang
berpotensi meningkatkan burn rate. Namun, keputusan ini berhasil karena
didukung oleh:
- Data penjualan real-time
- Standarisasi operasional
- Pendanaan yang kuat
Menjaga
Budaya Perusahaan
Di tengah
pertumbuhan cepat, Kopi Kenangan tetap menjaga identitas sebagai brand lokal
dengan:
- Harga terjangkau untuk kelas menengah
- Cita rasa kopi yang disesuaikan dengan selera
lokal
- Narasi brand yang dekat dengan keseharian
konsumen Indonesia
Visualisasi
Pertumbuhan Kopi Kenangan
Tabel
Perkembangan Gerai Kopi Kenangan
|
Tahun |
Jumlah
Gerai (+-) |
|
2018 |
20 |
|
2019 |
120 |
|
2020 |
400 |
|
2022 |
>700 |
|
2024 |
>900 |
Tabel ini
menunjukkan pola pertumbuhan eksponensial yang menjadi ciri khas fase scale-up.
Kesimpulan
Pribadi
Menurut saya,
pertumbuhan Kopi Kenangan masih tergolong berkelanjutan (sustainable)
karena:
- Unit economics yang relatif sehat
- Diversifikasi produk dan pasar
- Penggunaan teknologi untuk efisiensi, bukan
sekadar ekspansi agresif
Namun, risiko
burnout tetap ada jika ekspansi internasional tidak disesuaikan dengan karakter
pasar lokal. Oleh karena itu, fokus pada efisiensi dan adaptasi pasar akan
menjadi faktor penentu keberlanjutan jangka panjang.
Komentar
Posting Komentar